Pengertian dan Tata Cara Membayar Zakat Fitrah


Pengertian dan Tata Cara Membayar Zakat Fitrah
Membayar Zakat diwajibkan bagi setiap muslim yang memenuhi syarat untuk dibagikan kepada orang yang termasuk golongan penerima zakat. Terutama yang paling dasar adalah zakat fitrah yang biasanya banyak dibentuk panitia zakat. Namun sering kali banyak panitia zakat yang tidak mengajarkan bagaimana cara yang benar karena dianggap sudah tahu semua. Bahkan sering terjadi si pembayar zakat tidak tahu atau lupa tentang niat zakat fitrah itu sendiri.

Zakat itu diambil dari kata zakka yang berarti suci. Hal ini karena tujuan zakat adalah untuk mensucikan harta benda yang kita miliki dari beberapa hal syubhat agar menjadi rizki yang berkah. Zakat fitrah sendiri bisa dibayar dengan makanan pokok seperti beras, gandum, dan lainnya disesuaikan dengan makanan pokok negara tersebut atau dengan uang yang senilai. Ukurannya adalah 2,5 kg atau setara dengan satu sha' sesuai yang diperintahkan Nabi Muhammad SAW.

Waktu untuk membayar zakat fitrah adalah selama bulan ramadhan sampai sebelum didirikannya shalat 'id pada hari raya idul fitri. Namun para ulama' berpendapat bahwa waktu yang paling utama adalah pada akhir bulan ramadhan. Jika seseorang lupa kemudian membayar zakat usai shalat 'id, maka itu dianggap shadaqah.



Adapun niat zakat fitrah adalah sebagai berikut:
1. Niat zakat Fitrah untuk diri sendiri
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ نَفْسِىْ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى


 2. Niat zakat Fitrah untuk Istri
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ زَوْجَتِيْ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى


3. Niat zakat Fitrah untuk anak laki-laki atau perempuan
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ وَلَدِيْ… / بِنْتِيْ… فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى


4. Niat zakat Fitrah untuk orang yang ia wakili
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ (…..) فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى


5. Niat zakat Fitrah untuk diri sendiri dan untuk semua orang yang ia tanggung nafkahnya

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنِّىْ وَعَنْ جَمِيْعِ مَا يَلْزَمُنِىْ نَفَقَاتُهُمْ شَرْعًا فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
 
Catatan: titik-titik diganti dengan nama orang yang dituju

Kemudian setelah kita niat melafalkan niat diatas, zakat tersebut bisa langsung bisa diberikan untuk salah satu dari 8 golongan yang berhak menerima zakat. Atau bisa juga dititipkan kepada pannitia zakat. Golongan ini adalah ketentuan dari Allah, jika zakat diberikan selain 8 golongan ini maka tidak sah, atau hanya dianggap sebagai shadaqah. Adapun golongan penerima zakat adalah sebagaimana tercantum pada al-Qur'an surat al-Taubah ayat 60:


إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاء وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِّنَ اللّهِ وَاللّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
"Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para Mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. At-Taubah : 60)

Setelah sampai ke penerima zakat, sebaiknya si penerima mendoakan si pemberi. Do'anya seperti berikut:

أجّرك الله فيما أعطيت و بارك فيما أبقيت و جعل لك طهورا
"Semoga Allah Membalas apa yang engkau beri dan memberkahi harta yang engkau sisakan dan menjadikannya harta yang bersih untukmu".


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »